Secangkir kopi buat “Nenek” (Dia pasti datang) – section 2

Posted: December 15, 2010 in Gb3n story 2

Akhir Pekan, sebuah kedai kopi yang berada tepat di ujung jalan nampak ramai pengunjung.

Seorang pemuda duduk dengan dua cangkir kopi dimejanya, ia seperti kebanyakan pemuda lain yang tengah menunngu gadisnya.

Tak lama seorang gadis dengan gaun putih bercorak bunga menghampirinya.

“Ku kira kau takkan datang, aku hampir mati karena bosan. Duduklah,” ujar Pemuda itu.

“Ada apa, kenapa kau mengundangku kemari?” tanya si Gadis yang sudah lama tak bertemu.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pertunanganmu.” Jelas si Pemuda

“Hanya itu?”

“Yahh.”

“Terima kasih.”

Keduanya nampak canggung, maklum ini kali pertama mereka bertemu kembali setelah lulus dari bangku SMA.

“Aku sudah memesan secangkir kopi dengan dua sendok cream didalamnya.”

“Ohh.. kau masih mengingatnya,” senyuman tersungging di bibir gadis itu.

“Tentu saja,” kata pemuda itu singkat.

Gadis itu kemudian meminum kopinya, sementara  mata pemuda itu tak berhenti menatapnya. Kemudian ia nampak murung setelah melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manis gadis itu.

Gadis itu menyadari bahwasanya ia tengah dipandangi oleh pemuda itu.

“Kenapa, ada yang aneh denganku?” tanya Gadis itu.

“Tidak, kau masih tetap terlihat cantik.”

“Terimakasih. Aku anggap itu pujian,” wajah Gadis itu merona.

“Kau percaya reingkarnasi?” tanya Pemuda itu.

“Apa?” Gadis itu tersentak oleh perkataan yang baru terlontar dari mulut Pemuda itu.

“Kau percaya reingkarnasi?” Pemuda itu mengulangi ucapannya.

“Entahlah,” Ujar si Gadis.

“Seandainya reingkarnasi benar adanya, di kehidupanku selanjutnya aku mau menjadi “Payung”, aku mau kelak bisa menjaga, melindungi, dan mengantarkanmu ke tempat yang lebih baik. Aku juga mau menjadi pohon yang sangat besar, kau bisa menyandar padaku saat kau lelah,” Kata Pemuda itu dengan wajah serius.

“Kenapa kau begitu peduli padaku?” tanya Gadis itu.

“Aku tidak bilang begitu,” Jawab Pemuda itu.

“Lalu apa maksudmu mengatakan ini semua, kenapa kau selalu membingungkan aku.”

“Aku tak punya alasan untuk itu, aku tak punya jawaban untuk pertanyaanmu.”

Pemuda itu kemudian bangkit dari bangkunya dan melangkahkan kakinya menuju pintu.

“Tunggu!!” Teriak gadis itu.

Pemuda itu menghentikan langkahnya, namun ia tetap tidak membalikan badanya.

“Aku tau jawabannya, hanya saja aku tidak mengerti mengapa kau harus menunggu di kehidupan selanjutnya. Kau bisa menjadi Payung atau Pohon untukku sekarang!!”

“Jika kau mau, aku akan melepaskan cincin ini!!”

“Apakah aku tak pernah berarti bagimu?”

“Maaf,, aku tidak bisa,” Pemuda itu kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan kedai kopi.

Sementara Gadis itu menangis tersedu-sedu, iapun kemudian meninggalkan kedai kopi itu.

Setahun kemudian, ia selalu datang di akhir pekan. Ia tak mau melewatkan moment bersama pemuda itu yang sebelumnya ia anggap tak sungguh-sungguh mencintainya.

Ia kini sadar Pemuda itu bukan tak berani mempertahankannya, akan tetapi karena Dia sangat mencintai dirinya.

Mungkin jauh di sana Pemuda itu telah menjadi “Payung” atau “Pohon yang sangat besar”.

Advertisements
Comments
  1. 孫悟空 says:

    Haduh… haduuh… naif sekali itu Gadis… seakan akan dunia benar benar selebar daun kelor. Apa Gadis tersebut tidak punya sahabat ya? koq kesendirianya begitu ‘mengalahkan’ segalanya ya? Jika Gadis tersebut punya sahabat sahabat yang “motivated” pasti sahabatnya itu tak akan membiarkan Gadis tersebut terlalu lama dengan “kenangan” itu yang membuatnya berjalan ditempat….

    Haaa….. akhirnya…. 🙂

  2. gb3n says:

    Pertemanan akan indah pada masanya, ketika mereka memiliki kehidupan mereka masing2 “pernikahan” 85% waktunya adalah untuk keluarga baru mereka.
    Dan kadang kita tidak merasa leluasa untuk berbagi semua seperti sebelumnya. dan karena kita tidak tau, kadang kita pikir mereka baik2 saja.

    Gadis itu tidak naif, hanya saja ia menghargai kenangan dan cintanya dengan caranya sendiri. tapi mungkin itu lebih karena penyesalannya yang terlambat menyadari bahwa seseorang yang mencintainya dengan sangat itupun masih mencintainya hingga detik2 akhir hidupnya… cieee…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s