124

Posted: April 13, 2011 in Gb3n story 2

Lama Meta memutar-mutar pena dijarinya, kertas dimejanyapun masih dibiarkan kosong. Matanya mulai berkaca-kaca ketika memandangi photo dirinya dan ibunya semasih ia kanak-kanak. Ada haru yang tersirat di raut wajahnya yang kaku.

Perlahan dengan gemetar ia mulai menuangkan tinta lewat pena dijarinya,

“Untuk Ibuku yang sangat aku sayangi,”

“Hari ini ku pandangi lagi photo kita berdua yang hanya satu-satunya kupunya. Aku selalu berpikir jika ibu  bisa lebih memahami aku dan tentunya aku tidak terlalu keras kepala pasti kita akan punya lebih banyak photo bersama. Ibu maafkan aku hingga kinipun aku masih pada pendirianku. Banyak orang bilang, aku sama persis seperti dirimu terlalu kaku. Ibu sesungguhnya aku sangat merindukan pelukanmu juga suaramu yang lantang yang terdengar kasar saat memarahiku. Tapi aku masih percaya bahwa kau sesungguhnya sangat menyayangi aku seperti aku menyayangimu. Lewat surat ini aku harap ibu mau memaafkanku. Semoga ibu selalu sehat dan senantiasa dalam lindunganNya.”

“Meta”

Dilipatnya surat yang baru saja selesai ia buat dan memasukannya ke dalam amplop yang sudah bertuliskan alamat rumahnya dulu.

Ini suratnya yang ke 124, ia sangat berharap kali ini ia akan mendapat balasan karena ke 123 surat yang ia kirim sebelumnya tak satupun mendapat balasan.

Sudah sepekan setelah surat ke 124nya belum juga mendapat balasan. Meta duduk di ruang tamunya yang serasa sangat luas, tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu. Ia sangat berharap bahwa orang dibalik pintu itu adalah seorang pengantar surat yang mana membawa surat balasan untuknya.

Meta sangat terkejut ketika ia membuka pintu, ia mendapati seorang wanita tua dengan sekeranjang surat pemberiannya. Wanita tua itu kemudian berkata;

“Aku datang sebagai balasan atas semua surat-surat yang kau kirim.”

“Maafkan ibu sayang.”

Advertisements
Comments
  1. maka seketika itu Meta tak dapat lagi menahan airmatanya. Dipeluknya ibunya sayang secair rindu yang selama ini ia pendam. Tak ada suasana yang begitu dalam saat itu hingga hatinya syahdu dengan kebahagiaan.

  2. gb3n says:

    Good ending,, thanks

  3. deri says:

    ouh,,,, sangat mengharukan,,,,, GOOD,,,,