Gray’s love (The Second Love)

Posted: June 29, 2011 in Gb3n story 2

Entah apa yang pada akhirnya membuatku memutuskan untuk menerima Mas Cahyo sebagai suamiku, pahadal dia sudah beristri dan dikaruniai 2 buah hati. Aku paham betul sejak awal hubungan kami akan sangat sulit. Aku dan Mas Cahyo berjuang keras untuk menyakinkan keluarga besar kami juga istri pertama mas Cahyo. Hampir semua orang mencibirku kala itu, dari sudut manapun dimata mereka aku tetap yang salah. Akupun merasa begitu, tapi kadang aku merasa tak ada yang salah dengan cinta kami, toh aku tidak meminta mas Cahyo untuk meninggalkan istri dan anak-anaknya.

Sebelumnya aku pikir setelah menikah semua akan mereda dan aku benar tentang itu. Namun ternyata hidup lebih sulit buatku, bukan karena mas Cahyo tidak memenuhi kebutuhanku juga bukan karena mas Cahyo tidak adil membagi cintanya. Sejauh ini mas Cahyo adalah lelaki sempurna di hidupku. Tapi aku tidak bisa terus menyembunyikan betapa sesungguhnya aku tidak rela mas Cahyo harus membagi-bagi cintanya, aku mungkin tamak karena aku menginginkan mas Cahyo seutuhnya buatku sendiri padahal jelas-jelas aku bukan orang pertama dihidupnya meskipun aku yakin aku yang pertama dihatinya.

Aku pikir kebahagiaanku akan sempurna jika aku memiliki mas Cahyo, tapi justru kurasa sebaliknya. Aku sadar tak ada kebahagiaan yang indah jika ada orang lain yang menangis karenanya. Pagi ini aku sengaja datang ke rumah Mesti, wanita yang dinikahi mas Cahyo lantaran perjodohan yang sudah diatur dari keluarga keduanya. Aku minta maaf padanya dan menyerahkan kembali mas Cahyo yang sangat aku cintai. Mesti sangat terkejut karena dia tahu akulah cinta didalam hati suaminya. Dia memeluku dan berkata;

“Aku tak tahu alasan apa yang membuatmu memutuskan ini Mentari, tapi jujur aku merasa bahagia. Kau tahu aku tak bisa memungkiri bahwa aku tak akan pernah bisa menjadi pemenang atas hati mas Cahyo. Aku sangat menghargai keputusanmu dan aku hanya bisa mengatakan terima kasih untuk ini.”

Aku tak bisa memaksa senyumku terbuka lebar, mas Cahyo terus memandangiku dengan penuh harap aku akan mengubah keputusanku. Pagi ini juga aku meninggalkan Jakarta. Meninggalkan semua milikku disini juga cinta pertamaku mas Cahyo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s