Senimanku

Posted: July 1, 2011 in Puisi-puisi Gb3n

“Aku ingin menjadi seorang seniman yang selalu bisa menghibur mereka, mengukir senyuman dan memahat pengharapan mereka menjadi bentuk.”

Ucapan itu masih anyar terdengar, wanita tegar itu kini sedang berjuang untuk dirinya sendiri. Bertahan karena tak lagi mampu melawan. Manunggu karena tak lagi mampu mengejar. Ia kini hanya pijar yang redup menunggu padam.

Kegigihan dan semangatnya mestinya tak terperangkap dalam raga yang lusuh, yang tak mampu bangkit.

“Hey!!! Senimanku, buka matamu dan lihat masih banyak karya yang belum kau selesaikan. Kami masih menunggu karya-karya terbaikmu,” tandasnya.

Dipeluknya erat tubuh yang boleh dibilang setengah mati. Tubuh yang pernah memeluknya penuh kasih. Tubuh ibunda terkasihnya.

“Bangun..!!”

“Bangun…!!!”

“Bangun….!!!!!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s