2 Permintaan buat “Dia”

Posted: December 25, 2011 in Gb3n story 2

“Terlambat” menjadi kata yang terlukis jelas dari wajah lelaki paruhbaya itu. Dia satu-satunya orang yang tersisa di tanah perkuburan itu. Dia terus menatap kayu nisan putri tunggalnya, kayu nisan yang sengaja tak bertuliskan namanya diatasnya. Harum mawar dan kamboja menusuk hidung, hujan rintik-rintik perlahan menyapu airmata dipipinya tapi tidak dengan penyesalan di lubuk hatinya. 24 tahun adalah waktu yang cukup lama dan panjang, namun dari waktu itu dia kehilangan ribuan kesempatan untuk melihat senyum putrinya.

Dia kembali dengan langkah yang terbata-bata, semua mata memandang tubuh basahnya. Ada dua sorot mata yang dipenuhi airmata menatapnya tajam, bibirnya ingin bicara tapi kemudian tersumbat tangis dari haru yang terus menyeruak dihatinya.

Seorang laki-laki yang lebih muda 3 tahun dibawahnya menghampiri dan menyalaminya. Kemudian laki-laki itu berkata:

“Kau memang selalu terlambat, Kak.”

Dia kemudian menundukan wajahnya, airmata dibiarkannya jatuh di lantai yang tak lebih dingin dari hatinya. Dia duduk tepat disudut ruang dimana banyak sekali barang-barang milik putrinya. Dipeluknya erat wajah putrinya pada bingkai photo yang berukuran 10×6 cm. Sementara hiruk pikuk orang-orang mulai melengang.

“Kau ada didalam?”

Seorang wanita tua kemudian masuk.

“Ini dari putrimu, ia ingin aku memastikan kau menerimanya.”

Wanita tua itu kemudian pergi setelah meletakan sepucuk surat dengan amplop pembungkus berwarna merah disampingnya.

Airmata terus meleleh dipipinya ketika membaca surat itu.

“Untuk siapapun kau yang menangis untukku sekarang. Aku tidak pernah menyesalkan apapun dari ketidak hadiranmu di kehidupanku. Kau tidak berhutang maaf padaku, tapi aku mau kau melakukan sesuatu untukku. 2 hal yang hanya kau yang dapat meluluskannya agar aku tenang disisiNya. Mungkin kau tidak pernah menyadari bahwa ada 2 wanita yang telah kau lukai hatinya di kehidupanmu. Pergilah kepada keduanya dan minta maaflah dengan sungguh agar terucap maaf dari bibir keduanya. Siapa mereka, kau yang paling tahu. Anne”

Dia kemudian bangkit dan melangkah terbata-bata. Dia menghampiri seseorang yang menatatapnya tajam, diraih kedua kaki dari orang yang memiliki tatapan mata yang sangat tajam itu.

“Maafkan aku Hanum, aku bersalah telah meninggalkan kalian. Aku tahu ini sudah sangat terlambat untukku berucap maaf. Demi putri kita maafkanlah aku.”

“Pergi, kau tahu aku tak akan mengucapkan kata itu. Beranggaplah sesukamu. Pergi!!”

Seseorang membantunya bangkit, membawanya menjauh dari wanita yang baru kehilangan putri tercintanya.

“Hanum sedang sangat berduka, wajar dia akan semarah itu padamu. Tapi suatu saat dia akan memaafkanmu demi putrinya, meskipun kau takkan mendengar kata itu terucap dari mulutnya. Dia butuh waktu. Lebih baik sekarang kau pulang,” ujar seorang lelaki yang masih kerabat dari wanita yang memintanya pergi.

7 hari tepat setelah putrinya dikebumikan, dia duduk di satu makam di tempat lain.

“Ibu maaf aku baru menemuimu, maaf aku tak bisa mengantarmu berpulang. Aku anak tak berbakti, maafkan segala kehilafan dan segala keegoisanku. Ibu 7 hari yang lalu aku kehilangan putri yang tak kudampingi saat ia tumbuh besar. Dia Anne cucu yang tak pernah kau kenal. Aku benar-benar laki-laki yang buruk, aku bukan anak yang baik buatmu, bukan suami yang baik buat Hanum, apalagi ayah yang baik buat putriku. Maafkan aku ibu, maaf.”

Dia terus menangis sembari memeluk makam Ibu kandungnya, berharap ibunya memeluknya seperti saat dia menangis di waktu kanak-kanak.

“Sayangku Anne, ayah sudah melakukan apa yang seharusnya ayah lakukan tanpa kau memintanya. Tapi rasanya ayah sudah terlambat untuk mendapatkan maaf dari keduanya. Maafkan Ayah sayang.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s