Madu-Madu Suamiku

Posted: June 23, 2013 in Gb3n story 1

Dalam hidup kadang kita menemui pilihan yang salah atau pilihan yang salah itu adalah bagian dari takdir. Kisahku terlalu berliku dengannya banyak bahagia dan perih yang kurasa. Setiap tahap kuanggap sebagai perjuangan, hingga detik ini aku masih berjuang.

45 tahun yang lalu, aku adalah ragil dari 9 bersaudara. Cantik dan menarik, sudah tentu banyak pria ganteng, baik, dan mapan mengantri. Tapi aku rasa, aku telah menjatuhkan pilihan pada orang yang salah. Alex, pria arogan yang jauh dari mapan adalah pilihanku. Dia juga yang membuat aku berani meninggalkan bangku SMAku dan mengabaikan kata orang tuaku untuk kawin lari dengannya. Waktu itu mungkin yang ada dipikiranku hanya cinta dan Alex. Aku mendampinginya dari nol, kami berjuang bersama-sama dan aku ikhlas melakukannya. 1 tahun dari pernikahan kami, kami dikaruniani putra yang membuat kami lebih berusaha keras untuk hidup yang lebih baik. Beruntung pada akhirnya Alex mendapat posisi yang baik di perusahaanya dengan cepat kami dapat membeli rumah dan kendaraan. 2 tahun kemudian putri kami lahir, tentu saja kebahagian kami semakin lengkap saja.

5 tahun pertama, aku masih berpikir bahwa tidak ada yang salah dengan keputusanku. Namun setelah pindah kantor Alex sering ke luar kota. Aku masih menganggapnya wajar, mungkin urusan kantor. Tak sedikitpun aku menaruh curiga terhadapnya. Sampai suatu ketika, Aida teman baikku suatu di SMA yang kini menjadi Bidan. Tiba-tiba menelponku dan mengatakan bahwa Alex tengah mengantar seorang wanita muda melahirkan di tempatnya. Aku berulang kali menyakinkan apakah yang Aida lihat benar suamiku. Aida bahkan mengirim bukti photo ke ponselku. Tanpa pikir panjang aku bergegas ke tempat Aida, 4 jam perjalanan akhirnya aku tiba. Dengan perasaan yang bercampur aduk aku menemui Aida, setelah mendapat no. ruangan dimana wanita itu dirawat aku melangkahkan kakiku dengan penuh amarah.

Aku langsung masuk saja ke kamarnya, kebetulan Alex ada didalam.
“Lagi jenguk siapa bang?” tanyaku
“De kok kamu disini? Ayo kita bicara diluar,” ajaknya sambil menarik tanganku.
“Ga usah bang saya ada perlu sama dia,” ujarku menolak
“Bener kamu istrinya Alex?” tanyaku pada wanita itu
“Bener mba, maaf mba ini siapa?”
“Oo, jadi Alex belum kasih tahu kamu ya. Saya istrinya Alex,” tegasku
“Mba ini jangan bercanda, mas Alex nikah sama saya statusnya masih bujang. Ngga mungkin mba, bener kan mas?”
Alex hanya terdiam.
“Liat dia ga bisa jawab kan. Sekarang kamu bisa liat photo-photo ini,” Aku melempar photo pernikahan dan photo keluarga kami kemukanya.
“Bener ini, mas?” tanyanya pada Alex.
“Ya, itu bener.”
“Maaf mba saya ga tahu kalau mas Alex udah nikah, tapi maaf kalau saya harus tinggalin mas Alex saya ga bisa. Kasian anak saya yang baru lahir mba,” ujar wanita itu sambil menangis.
“Eehh saya ga mau tahu ya, saya juga ada anak-anak. Pokoknya kamu harus cerei sama ALex!”
Tiba-tiba wanita itu mengalami pendarahan, dan harus mendapat penanganan yang serius. Karena sudah muak dengan semua ini, aku pulang meninggalkan Alex.

3 hari kemudian, Alex pulang. Ia benar-benar memohon maaf atas kekhilafannya dan memintaku untuk menerima wanita itu ditengah-tengah kehidupan kami. Tak mau dianggap kalah, aku bertahan sebagai istri Alex juga demi anak-anak kami. Waktu berlalu tapi Alex mengulangi kesalahannya, ia menikahi seorang gadis yang baru lulus dari bangku SMA. Aku marah mengetahuinya, tapi tidak sesakit penghianatan pertamanya. Aku menggunakan gadis itu untuk membalas rasa sakitku pada Neni istri kedua Alex. Dan aku berhasil membuat Neni merasakan hal yang sama denganku yaitu dihianati Alex.

Setelah semua itu berlalu, hubunganku dengan Alex terasa hambar. Aku mulai masa bodo dengan apa yang dilakukannya diluar. Aku mulai dengan kehidupanku sendiri membiasakan diriku dengan keadaan ini dan berfokus pada pendidikan anak-anak kami. Sekarang perjuanganku adalah masa depan yang baik untuk putra putri kami. Meski sejujurnya masih ada cinta yang tersisa buat Alex.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s